Ringkasan konfigurasi
Atur daya, downtilt dan elevasi di bawah. Semua angka dihitung ulang dari model yang dikalibrasi terhadap SEAMCAT.
Konfigurasi BTS
Daya, tilt dan elevasi juga bisa diisi presisi di menu Parameter sistem.
I/N worst-case terhadap jarak
Prototipe riset: satu BTS penginterferensi, propagasi ruang bebas, azimut BTS mengarah ke ES (worst-case).
Parameter sistem
Parameter BTS berlaku untuk kedua skenario. Parameter stasiun bumi, spektrum dan data SEAMCAT disimpan per skenario.
BTS 5G (penginterferensi)
Stasiun bumi FSS (korban) ·
Spektrum, mask & filter
Lokasi stasiun bumi & satelit
Kriteria proteksi
ITU-R S.1432 / S.2368: I/N ≤ −12,2 dB. C/N diambil dari hasil SEAMCAT (C/I + I/N).
Titik referensi kalibrasi
Konfigurasi yang dipakai saat data SEAMCAT dihasilkan. Kcal dihitung pada titik ini.
Kalibrasi terhadap SEAMCAT
Tempel hasil SEAMCAT per jarak. Model fisis digeser dengan offset Kcal (least squares) agar cocok dengan I/N worst-case SEAMCAT.
Data SEAMCAT ·
Satu baris per jarak: jarak_km, I/N_maks_dB, C/I_min_dB, P(I/N>batas). Kolom C/I dan P boleh dikosongkan.
Validasi silang
Titik per jarak
Jarak proteksi: daya × downtilt
Sapuan worst-case untuk dua daya pancar. Jarak diambil dari kriteria yang paling ketat (I/N atau C/I).
Tabel sapuan
Probabilitas pelanggaran
Kurva P(I/N > batas) SEAMCAT digeser dengan pemetaan jarak-ekuivalen: P′(d) = PSC(d·10−Δ/20), dengan Δ = perubahan kopling terhadap titik referensi.
Probabilitas pada jarak terpilih
Analisis sensitivitas
Satu parameter diubah dalam satu waktu terhadap konfigurasi saat ini. Batang menunjukkan perubahan I/N worst-case; kolom kanan tabel menunjukkan jarak proteksi yang dihasilkan.
Rincian
Filter penerima & overload LNB
Filter band-pass ES meloloskan seluruh kanal FSS, sehingga tidak menurunkan I/N. Perannya ada di luar kanal: menekan carrier 5G sebelum masuk LNB.
Ambang overload LNB adalah parameter yang perlu diverifikasi dari datasheet LNB atau ITU-R S.2368 (ubah di Parameter sistem).
Metode & asumsi
Aplikasi ini adalah versi web dari skrip MATLAB main_hybrid_5G_FSS.m. Hasilnya identik dengan skrip tersebut untuk parameter yang sama.
Model
I(d) = Pt + Am + GBS(θ,β) + GES(φ) − Lfs(d) + Kcal
- Lfs: ruang bebas, ITU-R P.525.
- N = −174 + 10log10B + NF, ITU-R P.372.
- GBS: ITU-R F.1336-5 rec. 3.1.1 (side-lobe puncak, k) dengan transformasi tilt rec. 3.4.
- GES: ITU-R S.465-6, sudut off-axis = elevasi ES ke satelit GSO.
- Am: integrasi mask emisi 3GPP TS 38.104 (atau −13 dBm/MHz datar) di dalam bandwidth FSS.
- Kcal: offset least squares antara model fisis dan I/N worst-case SEAMCAT.
- Jarak proteksi: dp = 10[(I/N)1 km − (I/N)th]/20, ambil yang terbesar dari kriteria I/N dan C/I.
Asumsi dan batasan
- Satu BTS penginterferensi, azimut mengarah ke ES (worst-case).
- Propagasi ruang bebas; jarak di luar radio horizon bersifat konservatif.
- Belum memperhitungkan interferensi agregat, terrain dan clutter (ITU-R P.452).
- Pemetaan probabilitas mengasumsikan bentuk distribusi Monte Carlo tidak berubah.
- Data referensi: tilt 8° dan gain BTS 18 dBi menunggu konfirmasi berkas SEAMCAT.
Tim
Agung Wicaksono (ketua), Alfin Hikmaturokhman (Telkom University); M. Darsono (Universitas Darma Persada). Hibah PKDN 2026, kontrak No. 10279/LIT06/PPM-LIT/2026.


